Sabtu, 27 Desember 2014

Latihan Soal Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Konflik



1. a. Apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan dalam kondisi konflik ?
 b. Apa yang dimaksud dengan teori permainan dan apa kegunaannya dalam bidang ekonomi-bisnis?
Jawab :
a. Pengambilan keputusan dalam kondisi konflik terjadi apabila alternatif keputusan yang harus dipilih atau diambil berasal dari pertentangan atau persaingan dari dua atau lebih pengambil keputusan.
b. Teori permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan pertentangan (konflik) antara berbagai kepentingan. Teori ini dikembangkan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dalam kondisi konflik yang melibatkan dua atau lebih kepentingan.
Karena dunia usaha (bisnis) semakin berkembang dan timbul banyak persaingan, maka teori permainan ini mulai diaplikasikan atau digunakan. Kontrak dan program tawar menawar serta keputusan penetapan harga adalah contoh aplikasi atau penerapan dri teori permainan.
2. Sebutkan dan jelaskan secara singkat unsur-unsur dari teori permainan!
Jawab :
Ø  Pemain (Players)
Merupakan pelaku-pelaku dari permainan yang masing-masing merupakan pengambilan keputusan.
Ø  Aturan-aturan
Merupakan kerangka dimana para pemain memilih strategi mereka, artinya pemain berhak atau berkuasa untuk menentukan strateginya.
Ø  Hasil Keluar (Outcome)
Hasil-hasil dari permainan biasanya disajikan dalam bentuk matriks pay off yang berbentuk angka-angka.
Ø  Variabel-variabel
Merupakan faktor-faktor (termasuk sumber daya) yang mempengaruhi jalannya permainan, dalam hal ini mempengaruhi keputusan pilihan dan hasil-hasil keluar.
Ø  Kondisi informasi
Informasi akan mempengaruhi atau menentukan gerakan-gerakan masing-masing pemain.
Ø  Pemberian nilai (Evaluasi)
Pemberian nilai ditujukan kepada hasil keluar. Pemberian nilai ini dilakukan oleh pemain dan akan mempengaruhi atau menentukan pilihan alternatif.
3. Suatu sifat permainan dapat berjalan dengan baik dan lancar apabila memiliki sifat-sifat apa saja ?
Jawab :
Dalam suatu permainan, ada beberapa sifat yang harus dipenuhi sehingga permainan tersebut dpat berjalan dengan baik (fair) dan lancar. Sifat-sifat tersebut adalah sebagai berikut :
Ø  Jumlah pemain (player) terbatas.
Ø  Untuk setiap pemain terdapat sejumlah kemungkinan yang terbatas.
Ø  Terdapat pertentangan kepentingan antara pemain.
Ø  Aturan permainan untuk mengatur di dalam memilih tindakan diketahui oleh setiap pemain.
Ø  Hasil seluruh kombinasi tindakan yang mungkin dilakukan berupa bilangan positif, negatif atau nol.
4. Jelaskan arti istilah-istilah berikut :
a.       Permainan dua-pemain jumlah-nol
b.      Permainan strategi murni
c.       Permainan strategi campuran
d.      Titik pelana (saddle point)
e.       Baris dominated
f.       Kolom dominated
Jawab :
a.       Permainan dua pemain jumlah nol dimainkan oleh 2 (dua) orang / kelompok organisasi yang secara langsung mempunyai kepentingan yang berhadapan. Disebut permainan jumlah-nol karena keuntungan / kerugian satu pemain adalah sama dengan kerugian / keuntungan satu pemain lainnya, sehingga jumlah total keuntungan dan kerugian adalah nol.
b.      Pada permainan strategi murni, setiap pemain mempergunakan satu strategi (strategi tunggal) dan hasil optimal yang dicapai mempunyai titik keseimbangan, dikenal sebagai titik pelana (saddle point). Dalam permainan ini digunakan kriteria maksimal (nilai minimal dari nilai-nilai maksimal). Kriteria maksimal digunakan oleh pemain baris dalam mengidentifikasi strategi optimalnya, sedangkan kriteria minimal digunakan oleh pemain kolom dalam mengidentifikasi strategi optimalnya.
c.       Pada permainan strategi campuran ini kedua pemain menggunakan campuran strategi yang berbeda-bedadan tidak terjadi titik keseimbangan (titik pelana) pada hasil permainannya (hasil optimalnya). Pada permainan ini, diterapkan prinsip dominan yang berguna untuk mengurangi matriks pay off atau menyederhanakan matriks pay off dan upaya perhitungan.
d.      Saddle point adalah hasil optimal yang dicapai mempunyai titik keseimbangan.
e.       Baris dominated adalah jika semua elemen dalam suatu baris sama atau lebih kecil dari elemen dalam posisi yang sama dari baris lain.
f.       Kolom dominated adalah jika elemen dalam suatu kolom lebih besar atau sama dengan elemen dalam posisi yang sama dari kolom yang lain.

Latihan Soal Pengambilan Keputusan Dalam Kondisi Ketidakpastian

1.      Apa yang dimaksud dengan pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian ?
Jawab :
Kondisi tidak pasti adalah suatu keadaan yang memenuhi beberapa syarat :
Ø  Ada beberapa alternative tindakan yang fisible (dapat dilakukan)
Ø  Nilai probabilitas masing – masing kejadian tidak di ketahui
Ø  Memiliki nilai Pay off sebagai hasil kombinasi suatu tindakan dan kejadian tidak pasti
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti adalah pengambilan keputusan dimana terjadi hal-hal berikut :
  1. Tidak diketahui sama sekali jumlah,kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi itu.
  2. Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar.
  3. Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan, tetapi tidak dapat diprediksi berapa besar probabilitas setiap hasil tersebut.
  4. Pengambil keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan tersebut.
  5. Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi. 
  6. Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan beberapa cara antara lain :
a.       Mencari informasi lebih banyak
b.      Melalui riset atau penelitian
c.       Menggunakan probabilitas subjektif

2.      Bagaimana menyelesaikan  pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian berdasarkan kriteria berikut :
a.       Maximax
b.      Minimax
c.       Maximin
d.      Laplace
e.       Realisme
Jawab :
a.       Maximax, pada kriteria ini pengambil keputusan dianggap sangat optimis yaitu dipilihnya hasil-hasil terbesar dari alternatif-alternatif yang memberikan hasil maksimal dalam berbagai keadaan secara alamiah.
                                                                                         
Kriteria maximax ini adalah kriteria yang tidak valid, karena hanya mempertimbangkan hasil yang paling optimistic dan mengabaikan semua keadaan yang mungkin, pay off, dan probabilitas yang lainnya.
b.      Minimax, pada kriteria ini pengambil keputusan dapat diperoleh hasil keputusan yang maksimal agar tidak terjadi suatu penyesalan (regret), dan dapat bertidak kedepan dengan melihat keadaan masa lalu. Menurut kriteria ini, pengambilan keputusan akan mengalami suatu kerugian apabila suatu peristiwa terjadi menyebabkan alternatif yang dipilih kurang dari payoff maksimal.
Untuk menyelesaikan kasus dengan menggunakan kriteria regret dapat digunakan pedoman sebagai berikut :
Ø  Tentukan nilai regret setiap (opportunity loss) pay off, dengan jalan mengurangkan nilai pay off maksimal baris dengan pay off tiap baris.
Ø  Menentukan nilai regret maksimal tiap baris.
Ø  Menentukan nilai minimaks, sebagai alternatif pengambilan keputusan.
c.       Maximin, pada kriteria ini pengambil keputusan dianggap pesimis atau konservatif tentang masa depan. Menurut kriteria ini, hasil terkecil untuk setiap alternatif dibandingkan dengan alternatif yang menghasilkan nilai maksimal dari hasil-hasil minimal yang dipilih atau memilih alternatif yang minimalnya paling besar. Kriteria ini disebut juga kriteria Wald, untuk menghormati penemunya Abraham Wald. Pada kriteria ini, pengambil keputusan mungkin mengabaikan probabilitas-probabilitas signifikan bahwa hasil yang diperoleh dapat lebih besar.
d.      Laplace, kriteria ini disebut juga kriteria equal likelihood. Menurut kriteria ini, pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi adalah sama besarnya. Pada kriteria ini, pengambil keputusan tidak dapat menentukan/mengetahui probabilitas terjadinya berbagai hasil, sehingga diasumsikan bahwa semua kejadian mempunyai kemungkinan yang sama untuk terjadinya atau setiap hasil memiliki probabilitas yang sama. Hasil yang dipilih adalah yang memiliki nilai tertimbang tertinggi.
e.       Realisme, kriteria realisme dikenal juga sebagai kriteria Hurwicz, untuk menghormati penemunya Leonid Hurwicz. Kriteria ini merupakan antara maximax dan maxmin, antara optimis dan pesimis, pengambilan keputasan yang tepat biasanya memperlihatkan suatu campuran antara optimisme dan pesimisme. Pada kriteria ini terdapat koefisien optimis, biasanya disimblokan dengan “α”, yaitu skala untuk mengukur tingkat optimisme dari pengambilan keputusan.
Ukuran realisme  (UR) = (Hasil maksimal x α) + (Hasil minimal x 1-α)



3.      Berikut ini tabel berisikan nilai Pay Off peningkatan kapasitas produksi perusahaan rekaman dan kaset ( Pay Off dinyatakan sebagai laba sepanjang 5th mendatang)

Alternatif
Keputusan
Prospek Permintaan
Tinggi
Sedang
Rendah
Gagal
Perluasan P. Lama
500
250
-250
-450
Perluasan P. Baru
700
300
-400
-800
Sub Kontrak
300
150
-25
-100

Pertanyaan :
a. Dengan kriteria Maximax, keputusan apa yang akan diambil ?
b. Dengan kriteria Maximin, keputusan apa yang akan diambil ?
c. Dengan kriteria Laplace, keputusan apa yang akan diambil ?
d. Dengan kriteria Realisme, keputusan apa yang akan diambil ? a = 0,65

Jawab :
a. Dengan kriteria maximax, keputusan apa yang diambil ?
X1  = 500
X2  = 700
X 3  = 300
Ø  Berdasarkan kriteria ini dipilih Bangun pabrik baru karena memberikan hasil maksimal dari hasil yang maksimal yaitu 700 juta.

b. Dengan kriteria maximin, keputusan apa yang diambil :
X1   = -450
X2  = -800
X 3  = -100
Ø  Berdasarkan kriteria ini dipilih Sub kontrak karena memberikan hasil maksimal dari hasil terpecil atau minimal yaitu -100

c. Dengan kriteria laplace, maka keputusan apa yang diambil :
X1  = ¼  (500) + ¼ (250) + ¼ (-250) + ¼ (-450)         = 12.5
X2   = ¼ (700) + ¼ (300) + ¼ (-400) + ¼ (-800)         = -50
X 3  = ¼ (300) + ¼ (150) + ¼ (-25) + ¼ (-100)           = 81.25
Ø  Karena nilai tertimbang deposito yang tertinggi, pengambil keputusan akan memilih Sub Kontrak.

d. Dengan kriteria realisme, keputusan apa yang diambil =
(a = 0,65)
X1 = 500 (0,65)+(-450) 0,35 = 167,5
X2   = 700 (0,65)+(-800) 0,35 = 175
X 3   = 300 (0,65)+(-100) 0,35 = 160
Ø  Karena Bangun Pabrik Baru memiliki ukuran realisme (tertimbang) tertinggi pengambilan keputusan akan memilih Perluasan Pabrik Baru.