Rabu, 15 Oktober 2014

ETIKA DALAM BISNIS

NAMA            : ANIS SYAFITRI
KELAS           : 4EA17
NPM               : 10211916
TUGAS KE-   : 1 / ETIKA BISNIS #

ABSTRAK

ANIS SYAFITRI, 10211916.
ETIKA DALAM BISNIS
Penulisan. Jurnal, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2014
Kata Kunci : Etika Bisnis, Pelanggaran etika bisnis, faktor-faktor dan cara mengatasinya.
Perekonomian saat ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bisnis. Setiap pelakunya berlomba-lomba membesarkan bisnis mereka bahkan hingga mancanegara. Didalam berbisnis, pasti ada aturan dan norma-norma yang berlaku. Untuk itulah ada sebuah kata yang menyebutkan bahwa setiap pelaku bisnis harus mempunyai etika. Namun, diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual. Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
  
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Bagi dunia internasional, bisnis merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan sehari-hari. Tidak jenuh para pebisnis memajukan dan memperluas usahanya dalam rangka mencari keuntungan semaksimal mungkin. Mulai dari negara adidaya hingga negara berkembang melakukan bisnis sebagai mata pencaharian mereka. Namun, diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan, ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik, seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang dijual. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis. Etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kita tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis. Pada penulisan ini, peneliti ingin mencari tahu faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya pelanggaran tersebut, dan juga memberikan saran untuk cara mengatasi pelanggaran tersebut.

1.2  Rumusan dan Batasan Masalah
1.2.1  Rumusan Masalah
  1. Apakah pelaku bisnis yang ada disekitar kita menggunakan etika didalam menjalankan bisnisnya ?
  2. Bagaimanakah bentuk pelanggarannya ?
  3. Apakah faktor penyebabnya ?
  4. Bagaimana cara mengatasinya ?

1.2.2  Batasan Masalah
Batasan masalah penelitian ini mencakup mengenai etika dalam berbisnis, pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi dalam bisnis, pelaku bisnis, prinsip-prinsip bisnis,cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam etika bisnis.

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
  1. Untuk mengetahui siapakah pelaku bisnis dan etika bisnis seperti apa yang dilakukan dalam menjalankan bisnisnya.
  2. Untuk mengetahui bentuk pelanggaran dalam etika bisnis.
  3. Untuk mengetehaui apakah faktor penyebabnya.
  4. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Etika
Kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethikos” yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika mencakup analisis dan penerapan suatu konsep seperti misalnya baik,buruk, benar, salah dan tanggung jawab. Di bawah ini merupakan definisi etika menurut para ahli: Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Menurut White (1993) etika adalah cabang falsafah yang berkaitan dengan kebaikan moral dan menilai tindakan manusia. Dari definisi-definisi yang telah diutarakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu pedoman yang mengatur dan menilai perilaku manusia, baik perilaku yang harus ditinggalkan, maupun perilaku yang harus dilakukan. Namun, etika biasanya berkaitan erat dengan moral yang berkaitan dengan cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik dan menghindari tindakan yang buruk. Etika dan moral mengandung pengertian yang sama, namun, dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan.

2.2 Definisi Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Namun, secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Menurut Steinford ( 1979) : “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.

2.3 Definisi Etika Bisnis
Definisi menurut para ahli :
a) Menurut Brown dan Petrello (1976) Etika Bisnis: “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Yang berarti bahwa bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
 b) Menurut Velasquez (2005) Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.

2.4 Etika Bisnis Yang Baik
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis adalah :
1) Pengendalian diri.
2) Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility).
3) Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
4) Menciptakan persaingan yang sehat.
5) Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”.
6) Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi).
7) Mampu menyatakan yang benar itu benar.
8) Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
9) Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10) Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
11) Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.

2.5 Beberapa Prinsip Umum Etika Bisnis
Prinsip-prinsip etika yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika pada umumnya. Disini secara umum dapat dikemukakan beberapa prinsip etika bisnis ,yaitu :
Terdapat lima prinsip dalam etika bisnis yang terdiri dari sebagai berikut:
1. Prinsip Otonomi
Otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan serta bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya tersebut.
2. Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran meliputi kejujuran dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian, adanya kesesuaian antara harga barang dengan mutu dan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan, selain itu dalam menjalin hubungan kerja dengan pihak intern maupun ekstern perusahaan prinsip kejujuran juga diperlukan.
3. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menginginkan agar bisnis yang dijalankan dapat menguntungkan semua pihak.
5. Prinsip Integritas Moral
Prinsip ini adalah prinsip yang terapkan oleh pelaku bisnis terhadap dirinya sendiri atau perusahaannya agar ia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik perusahaannya.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Metode Penelitian
Metode penelitian ini menacari informasi dari berbagai sumber untuk menjawab rumusan dan tujuan masalah. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik pengumpulan data seperti studi kepustakaan (Library Research), yaitu pengumpulan data dan pencarian informasi dilakukan dengan menelaah buku, kajian ilmiah, internet dan sumber-sember lainnya.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Etika Dalam Berbisnis
Dalam bisnis terdapat aturan yang penuh dengan persaingan dan tentunya aturan-aturan tersebut berbeda dengan aturan moral dan sosial yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pebisnis yang ingin mematuhi atau menerapkan aturan moral atau etika akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan.
Bisnis merupakan aktivitas yang penting dari masyarakat, sehingga norma dan nilai moral yang dianggap baik dan berlaku di masyarakat dibawa dan diterapkan ke dalam kegiatan bisnis. Selain itu agar dapat menjadi bisnis yang baik secara moral harus dibedakan antara legalitas dan moralitas. Suatu kegiatan bisnis mungkin saja diterima secara legal karena ada dasar hukum, tetapi tidak diterima secara moral. Sebuah perusahaan yang unggul sebaiknya tidak hanya tergantung pada kinerja yang baik, pengaturan manejerial dan financial yang baik , keunggulan teknologi yang dimiliki, sarana dan prasarana yang dimiliki melainkan juga harus didasari dengan etis dan etos bisnis yang baik.

4.2 Pelaku Dalam Etika Bisnis
Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang atau organisasi yang dikenal sebagai stakeholders (pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas).
Oleh karena itu, para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sangat sering berperan untuk keberhasilan dalam berbisnis.

4.3 Faktor-faktor Pebisnis Melakukan Pelanggaran Etika Bisnis
Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pebisnis dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satu hal tersebut adalah untuk mencapai keuntungan yang sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi selanjutnya.
Faktor lain yang membuat pebisnis melakukan pelanggaran antara lain :
·         Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik
·         Ingin menambah pangsa pasar
·         Ingin menguasai pasar
Dari ketiga faktor tersebut, faktor pertama adalah faktor yang memiliki pengaruh paling kuat. Selain ketiga faktor tersebut, masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi. Gwynn Nettler dalam bukunya Lying, Cheating and Stealing memberikan kesimpulan tentang sebab-sebab seseorang berbuat curang, yaitu :
·         Orang yang sering mengalami kegagalan cenderung sering melakukan kecurangan.
·         Orang yang tidak disukai atau tidak menyukai dirinya sendiri cenderung menjadi pendusta.
·         Orang yang hanya menuruti kata hatinya, bingung dan tidak dapat menangguhkan keinginan memuaskan hatinya, cenderung berbuat curang.
·         Orang yang memiliki hati nurani (mempunyai rasa takut, prihatin dan rasa tersiksa) akan lebih mempunyai rasa melawan terhadap godaan untuk berbuat curang.
·         Orang yang cerdas (intelligent) cenderung menjadi lebih jujur dari pada orang yang dungu (ignorant).
Ketika ada pelanggaran etika dalam menjalankan kegiatan bisnis maka pelaku harus mengatasinya agar pelanggaran etika tidak terjadi lagi yaitu dengan cara sebagai berikut :
  1. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility).
  2. Menciptakan persaingan yang sehat.
  3. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat  dan lemah.
  4. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati.
  5. Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
  6. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.


Berikut contoh pelanggaran-pelanggaran dalam etika bisnis :
1. Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perkara dugaan pelanggaran praktek monopoli yang dilakukan PT Carrefour Indonesia memasuki tahap baru. Hasil rapat pleno Komisi Pengawas Persaingan Usaha memutuskan perkara dugaan monopoli yang dilakukan Carrefour dilanjutkan ke pemeriksaan lanjutan.
“Hasil pemeriksaan pendahuluan semakin memperkuat dugaan pelanggaran sehingga perkara dilanjutkan,” ujar Direktur Komunikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Djunadi saat dihubungi Tempo, Rabu (13/5).
Selain itu pelanggaran pasal yang dikenakan juga bertambah dari sebelumnya dua pasal menjadi empat pasal Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Keempat pasal tersebut antara lain, pasal 17 tentang penguasaan produksi, pemasaran dan jasa; pasal 20 tentang penetapan harga rendah untuk menyingkirkan pesaing; pasal 25 tentang penyalahgunaan posisi dominan; dan pasal 28 tentang peleburan badan usaha yang menimbulkan monopoli.
Ketua tim pemeriksa KPPU Dedie S. Martadisastra menuturkan, penambahan pasal ini dimungkinkan karena adanya data-data baru yang didapat dari pemeriksaan pendahuluan. “Kami telah memanggil pemasok, Departemen Perdagangan, dan Carrefour. Hasilnya justru semakin memperkuat bukti pelanggaran,” kata dia.
Langkah ini juga dilakukan karena tidak ada perubahan perilaku yang dilakukan Carrefour dalam batas pemeriksaan pendahuluan yang berakhir Rabu (13/5) ini.
Djunaidi menjelaskan, dalam pemeriksaan lanjutan, KPPU tidak hanya berwenang meminta keterangan dari pihak terkait, tapi juga memeriksa dokumen termasuk persyaratan pedagangan (trading term) yang ditetapkan Carrefour kepada pemasok. “Isu hukumnya lebih komprenensif, pembuktian bukan sekedar klarifikasi tapi lebih mendetail,” tutur Djunaidi.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha memperkarakan akuisisi Carrefour dengan dugaan tindakan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Pasca akuisisi dengan PT Alfa Retailindo, Carrefour menguasai pasar retail 48,38 persen, meningkat dari sebelumnya 37,98 persen.
Carrefour juga menguasai 66,73 persen pasar pemasok dari sebelumnya 44,72 persen. Melonjaknya pangsa pasar tersebut membuat perusahaan itu leluasa menetapkan biaya tinggi kepada pemasok.
2. Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
SEATTLE-Motorola Mobility,anak usaha Google Inc. ,dinyatakan tidak memiliki itikad baik ketika meminta royalty dari Microsoft Corp atas penggunaan paten kompresi video dan teknologi Wi-fi. Bloomberg yang mengutip blog wartawan Seattle Times melaporkan, Jumat (6/9), dewan juri di Pengadilan Seattle mengharuskan Motorola membayar kerugian US $14,5 juta kepada Microsoft. Perkara ini dimulai ketika Microsoft mengklaim Motorola tanpa alas an yang jelas meminta royalti sebesar 2,25% dari harga Xbox yang dimainkan di perangkat bersistem operasi Windows. Perusahaan yang berkantor pusat di Schaumburg,lllionis itu disebutkan mengancam akan meminta pengadilan menghentikan penjualan produk-produk Microsoft jika tidak dibayar.
3. Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas
Transparansi serta kejujuran dalam pengelolaan lembaga yang merupakan salah satu derivasi amanah reformasi ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan oleh salah satu badan usaha milik negara, yakni PT Kereta Api Indonesia. Dalam laporan kinerja keuangan tahunan yang diterbitkannya pada tahun 2005, ia mengumumkan bahwa keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar telah diraihnya. Padahal, apabila dicermati, sebenarnya ia harus dinyatakan menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar.
Kerugian ini terjadi karena PT Kereta Api Indonesia telah tiga tahun tidak dapat menagih pajak pihak ketiga. Tetapi, dalam laporan keuangan itu, pajak pihak ketiga dinyatakan sebagai pendapatan. Padahal, berdasarkan standar akuntansi keuangan, ia tidak dapat dikelompokkan dalam bentuk pendapatan atau asset. Dengan demikian, kekeliruan dalam pencatatan transaksi atau perubahan keuangan telah terjadi di sini.
Di lain pihak, PT Kereta Api Indonesia memandang bahwa kekeliruan pencatatan tersebut hanya terjadi karena perbedaan persepsi mengenai pencatatan piutang yang tidak tertagih. Terdapat pihak yang menilai bahwa piutang pada pihak ketiga yang tidak tertagih itu bukan pendapatan. Sehingga, sebagai konsekuensinya PT Kereta Api Indonesia seharusnya mengakui menderita kerugian sebesar Rp. 63 milyar. Sebaliknya, ada pula pihak lain yang berpendapat bahwa piutang yang tidak tertagih tetap dapat dimasukkan sebagai pendapatan PT Kereta Api Indonesia sehingga keuntungan sebesar Rp. 6,90 milyar dapat diraih pada tahun tersebut. Diduga, manipulasi laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, akumulasi permasalahan terjadi disini.
4. Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
Sebut saja perusahaan Y yang bergerak dibidang penyediaan jasa TKI/TKW. Dalam pengumumannya disebutkan bahwa perusahaan Y berjanji akan mengirimkan para calon TKI/TKW ke Negara tujuan setelah mereka menjalani training selama 3 bulan. Dan, jika nantinya mereka tidak diberangkatkan maka pihak perusahaan akan mengganti semua biaya yang telah dikeluarkan calon TKI/TKW tersebut. Sebutlah B yang kemudian tertarik dengan pengumuman itu. Ia pun mengikuti persyaratan yang diminta termasuk mengeluarkan uang untuk biaya paspor dan visa. Namun kenyataannya, si B tidak juga diberangkatkan meski masa training sudah lama belalu. Ketika dikonfirmasi, pihak perusahaan Y menjawab dengan banyak alasan. Dari kasus tersebut dapat dikatakan bahwa perusahaan Y telah melakukan pelanggaran prinsip pertanggung jawaban karna telah tidak memenuhi janjinya untuk mengirim TKI/TKW yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan.
5. Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kewajaran
Sebut saja PT H adalah sebuah perusahaan berkembang yang membuka cabang didaerah S. Semua tanah kavling yang dipasarkan telah laku terjual dan kini pembeli sedang dalam tahap membangun ditanah masing-masing setelah mengantongi izin membangun yang dikeluarkan perusahaan tersebut. Namun dalam kenyataanny, ada tiga orang pembeli belum bias melakukan pembangunan karena izin mereka belum juga dikeluarkan.
Usut punya usut, ternyata PT H sengaja menahan surat izin membangun ketiga pembeli tersebut dengan alasan ketiganya pernah mempunyai urusan pribadi dengan pemilik perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan transaksi jual-beli yang sudah dilaksanakan. Dalam hal ini, PT H dapat dikatakan telah melakukan pelanggaran etika bisnis dilihat dari segi prinsip kewajaran. Hal ini dikategorikan melanggar karena tidak memenuhi hak pembeli yang telah memenhui semua persyaratan dengan alasan yang tidak jelas.
6. Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran
Sebut saja PT A adalah sebuah perusahaan berkembang yang telah membuat kesepakatan dengan PT B, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor untuk membangun apartement ditanah milik PT A. Dalam surat kesepakatan disebutkan dengan jelas spesifikasi bangunan yang nantinya akan dibangun oleh PT B. akan tetapi, dalam pelaksanaannya, ternyata PT B tidak melakukan pembangunan sebagaimana semestinya yang telah disepakati. Kecurangan itu baru terlihat beberapa waktu kemudian. Rupanya PT B menurunkan kualitas dari spesifikasi bangunan sehingga hasil yang dibuat tidak sesuai. Dalam kasus ini, pihak PT B dapat dikatakan telah melakukan pelanggaran etika bisnis dilihat dari prinsip kejujuran.
7. Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip empati
Sebut saja CV W, sebuah perusahaan pembiayaan yang menerima keterlambatan pembayaran dari salah seorang nasabahnya. Nasabah ini meminta kebijaksanaan karena keluarganya sedang ditimpa musibah sehingga angsuran untuk bulan ini dan bulan depan akan terlambat dibayarkan. Namun CV W tidak memberikan respon apapun terhadap permohonan tersebut. Setelah jatuh tempo, pihak CV W kemudian mendatangi nasabah tersebut dengan sikap yang tidak simpati sambil mengancam akan menarik kembali kendaraan yang sedang diangsur. Dalam hal ini, CV W dapat dikatan telah melakukan pelanggaran etika bisnis dilihat dari prinsip empati.

4.4 Manfaat Perusahaan Dalam Menerapkan Etika Dalam Berbisnis
A. Perusahaan mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
B. Citra perusahaan di mata konsumen baik.
C. Meningkatkan motivasi pekerja.
D. Keuntungan perusahaan dapat di peroleh.


BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
. Berdasarkan beberapa pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Dari contoh-contoh kasus yang dijelaskan diatas, pelaku bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang atau organisasi yang dikenal sebagai stakeholders yaitu pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Hal-hal di atas merupakan contoh kegiatan yang cenderung melanggar etika bisnis, upaya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya merupakan hal yang wajar. Namun sayangnya dalam kenyataan upaya mendapatkan keuntungan tersebut cenderung mengabaikan etika bisnis yang ada.
2.      Dari contoh-contoh kasus yang dijelaskan diatas, bahwa masih banyak terdapat betuk-bentuk pelanggaran etika dalam bisnis berupa ketidaksesuaian dalam kesepakatan yang ada, tidak bertanggung jawab, tidak patuh terhadap hukum dan masih banyak lainnya yang melanggar etika dalam bisnis.
3.      Ada beberapa faktor yang menyebabkan pembisnis melakukan pelanggaran etika bisnis salah satu hal tersebut adalah untuk mencapai keuntungan yang sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi selanjutnya. Dan faktor-faktor lainnya seperti :
·         Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik.
·         Ingin menambah pangsa pasar.
·         Ingin menguasai pasar.
4.      Cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran etika dalam bisnis yaitu, berupa :
·         Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility).
·         Menciptakan persaingan yang sehat.
·         Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan lemah.
·         Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati.
·         Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
·         Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan agar perusahaan-perusahaan tidak melanggar etika yang ada dalam bisnis. Dalam hal ini, bagaimana mengusahakan agar keuntungan yang diperoleh itu wajar-wajar saja, karena yang utama adalah melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tidak merugikan pihak-pihak yang terkait dalam bisnis ini. Agar pelanggaran tidak terjadi hendaknya melakukan tindak penanganan yang tegas dari pemerintahan. 

DAFTAR PUSTAKA

Prof.Dr. Sondang P.Siagian, MPA. 1996. Etika Bisnis, Jakarta; PT Pustaka Binaman Pressindo,
DR.A. Sonny Keraf. 1998.  “Etika Bisnis; tuntutan dan Relevansinya” Jakarta; Penerbit Kanisius.
De George, Ricarhard T. 1986. Busness Ethics, Ke-2. New york: MacMillan Pub. Co.

Senin, 07 Juli 2014

RINGKASAN FILM MARMUT MERAH JAMBU


Marmut merah jambu merupakan film yang menceritakan kehidupan pribadi dari kisah percintaan Raditya Dika. Hanya saja, berbeda dari film sebelumnya, Marmut Merah Jambu tidak memberatkan seluruh isian penceritaan dengan asmara penuh duka lara tetapi juga mengupas tentang pertemanan, keluarga, dan sedikit memberikan sentuhan misteri ke dalamnya. Inilah yang menjadikan film terasa lebih mengikat. Menariknya lagi, Dika turut menyemprotkan aroma nostalgia SMA dalam Marmut Merah Jambu yang akan membuat penonton manapun (yang telah melewati masa-masa ini) membongkar setumpuk kenangan yang tersimpan indah (maupun pahit) di ingatan.  Saat gadis yang dulu ditaksirnya saat SMA, Ina, hendak melangsungkan pernikahan, Dika (Raditya Dika) pun mengunjungi rumahnya dengan maksud memberi ucapan selamat sekaligus perpisahan. Tak bertemu secara langsung dengan Ina, Dika justru disambut oleh Bapak Ina (Tio Pakusadewo) yang membuat Dika mengilas balik masa lalunya untuk menceritakan awal mula perjumpaannya dengan Ina. Semuanya dia ceritakan kepada Bapak Ina. Masa SMA dari Dika (Christoffer Nelwan) yang mengenaskan bersama dengan sang sahabat, Bertus (Julian Liberty), keduanya tergabung ke dalam kelompok siswa terbuang. Keberadaan mereka di sekolah nyaris tak terdeteksi. Termotivasi untuk menjadi populer dan mendapat pengakuan, Dika dan Bertus pun menciptakan grup detektif, berbagai masalah yang terjadi dalam sekolah mulai mereka pecahkan,tetapi semuanya tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dari Cindy (Sonya Pandarmawan). Cindy yang tadinya merasa aneh dengan melihat kelakuan mereka akhirnya bergabung dengan grup detektif yang dibuat oleh Dika dan Bertus. Seolah tanpa kesulitan berarti, ketiganya mampu memecahkan beragam kasus di sekolah yang berdampak pada terangkatnya status sosial mereka. Ada salah satu kasus yang mereka tangani yakni kasus ancaman terhadap kepala sekolah, Dika yang semakin hari kesal melihat kedekatan Ina dengan Michael (Axel Matthew Thomas) cowok popular disekolahnya berniat untuk menjatuhkan Michael dan berharap Michael dikeluarkan dari sekolah. Tetapi Dika tak  punya cukup bukti untuk menjatuhkan Michael. Pada akhirnya kasus tersebut tidak ada yang bisa pecahkan. Bertus Ternyata Bertus dan Cindy pun menyadari misi utama Dika menciptakan grup detektif ini.
Dika memang sengaja membuat grup detektif ini dengan tujuan menjadi popular dikalangan sekolah dan menjadi semakin mudah untuk mendekati Ina. Ternyata tanpa disadari keegoisan  Dika untuk mencapai hal tersebut membuat Bertus dan Cindy kecewa. Persahabatan mereka pun pecah dan grup detektif mereka bubar. Namun dengan bantuan ayah Dika (Bucek) Dika dan Bertus kembali akur. Setelah itu mereka kerumah Cindy untuk meminta maaf. Persahabatan mereka kembali seperti semula. Dan pada saat itu Cindy mempunyai rencana untuk mengajak Dika ke acara ulang tahun Ina untuk mengungkapkan perasaannya. Namun setelah sampai dirumah Ina, Dika melihat bahwa memang Ina cocok dengan Michael, dan Dika pun merelakan Ina bahagia bersama Michael. Dan masa SMA pun berlalu, Dika dan teman-temannya mempunyai tujuan masing-masing, mereka tidak bersama-sama lagi. Namun Dika ingat kasus ancaman terhadap kepala sekolah,lalu Dika menelpon Bertus sahabat SMA nya. Bertus dan Dika kembali ke sekolah mereka dahulu. Dan Dika baru menyadari bahwa ternyata terdapat pesan pada tulisan didinding itu,ternyata bukan ancaman untuk kepala sekolah, melainkan pesan Cindy untuk Dika. Ternyata Cindy telah menyukai Dika semenjak SMA. Tetapi Dika tidak sadar pada waktu itu. Waktu pun berlalu, Dika yang diundang ke acara pernikahan Ina pun datang dan Dika berharap bertemu dengan Cindy. Akhirnya Dika pada saat itu dipertemukan oleh Cindy, dan dia menceritakan apa yang sudah dia ketahui tentang perasaan Cindy padanya. Ternyata sampai saat ini Cindy masih menyim;pan perasaannya pada Dika. Benar memang cinta tak kemana-mana. Orang yang selama ini dianggap sahabat baiknya ternyata menyimpan rasa padanya. Bertahun-tahun Cindy menyimpan rasa akhirnya Dika mengetahuinya juga. Dika juga membuat kutipan seperti berikut :

“ Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu yang berjalan di sebuah roda seolah berjalan jauh tapi gak kemana-mana dan gak tahu kapan berhenti “

RESENSI FILM MARMUT MERAH JAMBU




Judul: Marmut Merah Jambu (2014)
Produksi: Star Vision
Sutradara: Raditya Dika
Penulis Naskah: Raditya Dika
Jenis Film: Drama – Komedi
Durasi Film : 91 menit
Pemain: Raditya Dika, Christoffer Nelwan, Franda, Sonya Pandarmawan, Mohammed Kamga, Julian Liberty, Tio Pakusadewo, Bucek, Anjani Dina, Axel Matthew Thomas, Jajang C Noer, Mc Danny

SINOPSIS
Suatu hari Dika bertemu denganBapak dari Ina Mangunkusumo, cinta pertamanya di SMA. Kepada Bapak Ina, Dika menceritakan tentang usahanya di SMA membuat grup detektif untuk menarik perhatian Ina, bersama Bertus, temannya yang sama-sama anak terbuang di sekolah.
Dika juga bercerita tentang persahabatannya dengan cewek unik bernama Cindy di SMA. Lalu, seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia sadar: ada kasus di masa lalunya yang belum selesai hingga dia dewasa. Seiring dia berusaha memecahkannya, seiring itu pula dia bertanya, benarkah cinta pertama enggak kemana-mana?

REVIEW
Marmut Merah Jambu diangkat dari buku yang ditulis Raditya Dika dengan judul sama. Berbeda dengan film-film sebelumnya, marmut merah jambu menurut saya merupakan film yang paling lucu, segar dan pas dalam segi jalan cerita. Marmut Merah Jambu yang diambil dari cerita 3 bab dari versi bukunya, tetap mengalir dengan apa adanya.Dari poster film yang kita lihat, ada Dika besar yang diperanin oleh Raditya Dika dan Dika kecil yang diperankan oleh Christoffer Nelwan sedang duduk berlawanan. Yang bikin seru adalah nama-nama para pemain dibikin silang. Misalnya nama Raditya Dika di bagian gambarnya Christoffer Nelwan dan begitu juga sebaliknya. Sederhana tapi menarik. Warna pastelnya juga memberikan kesan lembut dan mewakili Marmut Merah Jambu banget. Manisnya cerita film pun tersampaikan dalam poster.
Faktor lain yang memiliki pengaruh terhadap segarnya Marmut Merah Jambu disamping tatanan skripnya yang bagus adalah pemilihan cast atau pemain yang tepat. Dalam hal ini, Dika tak menanggung beban sendirian dalam menjalankan cerita. Dia mendapat bantuan dari Christoffer Nelwan, Julian Liberty, Sonya Pandarmawan (mantan personil JKT48), serta Tio Pakusadewo yang masing-masing menyuguhkan performa yang menawan. Trio remaja Christoffer-Julian-Sonya mampu menunjukkan chemistry yang terasa begitu padu, meyakinkan, dan lucu. Bahkan saat ketiganya sedang tidak bersama, mereka berhasil tampil secara santai, seolah tanpa beban, dan lepas. Kejenakaan yang dimiliki oleh karakter yang mereka perankan pun tersalurkan dengan cara yang begitu natural, tanpa pernah terlihat bersusah payah agar terkesan lucu, terutama untuk Christoffer Nelwan dan Julian Liberty (yang begitu mencuri perhatian di setiap kemunculannya).
Maka tidak mengherankan Marmut Merah Jambu terasa lebih superior dan memiliki greget ketimbang film-film Dika yang terdahulu. Ada kejenakaan dan kehangatan yang ditimbulkan saat film menyoroti persahabatan Dika bersama sahabat-sahabatnya di SMA, ada rasa manis saat sisi romansa dari film timbul menyeruak, dan ada rasa-rasa penasaran saat sebuah kasus dilempar kepada grup detektif untuk dipecahkan, yang lantas dipersatukan oleh Dika dengan lancar menggunakan ramuan yang tepat. Scene yang efisien dan nggak boros kalimat, bikin film ini padat dan nggak berasa kalau uda mau habis. Alhasil, Marmut Merah Jambu pun tampil sebagai sebuah tontonan yang lucu dan memeriahkan isi bioskop yang diwarnai tawa para penonton. Penggemar berat Dika terpuaskan, sementara mereka yang berasal dari barisan bukan penggemar akan tetap mampu menikmatinya.  

Rabu, 23 April 2014

Tips-Tips Mempertajam Daya Ingat

Karangan semi ilmiah atau popolar merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Ciri – ciri karangan popular adalah:
1.      Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2.      Fakta yang disimpulkan subjektif
3.      Tidak memuat hipotesis
4.      Penyajian disertai dengan sejarah
5.      Gaya bahasa komotatuf
6.      Bersifat imajinatif
7.      Situasi didramatisir
8.      Bersifat persuasive

Memiliki daya ingat yang tajam sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Karena memudahkan dan membantu kita dalam melakukan kegiatan apapun. Kita mungkin akan merasa kesal, ketika menaruh barang di suatu tempat dan saat dibutuhkan, kita lupa menaruhnya dimana. Jadi memiliki daya ingat yang baik sangat dibutuhkan dalam segala kondisi dan keadaan. Berikut ini merupakan tips untuk mempertajam daya ingat :

1. Disela-sela kesibukan yang kita punya, usahakan melakukan senam otak. Senam otak dapat dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang anda harus jawab sendiri. Seperti, menyebutkan 10 barang atau benda yang ada di ruang lingkup atau sekitar kita.

2. Seperti tubuh, otak juga membutuhkan nutrisi atau makanan untuk daya ingat yang lebih baik, beberapa jenis makanan yang baik untuk nutrisi atau makanan otak yaitu sayuran yang berwarna hijau serta ikan (dalam hal ini ikan tuna dan ikan salmon).

3. Minumlah air putih yang secukup mungkin,hal ini sangat bermanfaat untuk mempertajam daya ingat otak anda. Idealnya kita harus minum air putih 8 gelas air putih setiap harinya.

4. Otak juga perlu istirahat yang cukup, ketika otak kita sudah bekerja seharian usahakan untuk istirahat dengan tidur, tidur merupakan cara yang efektif untuk mengistirahatkan otak dan pikiran kita. Agar saat bangun, otak lebih fresh serta mampu bekerja optimal dalam membantu aktivias kita sehari-hari.

5. Bagi anda yang melakukan aktivitas yang sangat membutuhkan daya ingat otak anda. Ada baiknya, ada mengistirahatkan otak anda selama beberapa menit. Agar otak lebih fresh lagi dalam mengingat berbagai hal dalam pekerjaaan.

6. Mengisi kata-kata yang tersembunyi di teka-teki silang dan membaca banyak buku juga merupakan cara yang sangat ampuh untuk melatih mempertajam daya ingat otak.

7. Tubuh yang sehat juga akan menghasilkan daya ingat yang optimal. Olahraga sangat diperlukan bagi tubuh. Karena olahraga sangat baik untuk kesehatan dan memperlancar peredaran darah di tubuh termasuk otak. Sehingga akan mampu mempertajam daya ingat otak.

Sumber :
-http://intips-kesehatan.blogspot.com/2012/10/tips-tajam-daya-ingat-otak.html
-http://rendiforevahwhatevah.blogspot.com/2011/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
-http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html

Proposal Kegiatan Tahun Baru

Proposal adalah usulan rencana kegiatan. Kata proposal berasal dari bahasa Inggris to propose yang artinya mengajukan. Dengan demikian pengertian proposal memiliki arti sederhana sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya (Hariwijaya, 2005:12-13).

Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut:
a. Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
b. Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
c. Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
d. Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
e. Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.


PROPOSAL KEGIATAN MENYAMBUT TAHUN BARU 2015

PROPOSAL KEGIATAN
MENYAMBUT TAHUN BARU 2015
WARGA CIBUBUR INDAH RT05/012


PENDAHULUAN
Rasa syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita masih diberkahi kesehatan dan kebahagiaan selama tahun 2014 ini hingga penghujung tahun nanti.,
Dengan akan berakhirnya tahun 2014 ini, serta sambil merenungi apa yang telah terjadi sepanjang tahun, marilah kita sambut tahun yang akan datang yaitu tahun yang baru, tentunya dengan semangat kebersamaan yang makin erat, semangat kerja yang baru. Dengan merayakan dan menjadikan malam tahun baru sebagai sarana ajang silaturahmi para warga Cibubur Indah.
Oleh sebab itu, kami selaku pemuda/pemudi Cibubur Indah Rt05/012 ingin mengadakan acara di penghujung tahun 2014 dan kami berharap dengan diadakannya acara ini warga masyarakat dapat saling bersilaturahmi dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT pada tahun 2014.

Nama kegiatan : “Malam Menyambut Tahun Baru 2014”
Maksud & Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai:

  • Acara dipenghujung tahun 2014
  • Sarana untuk menjalin kebersamaan & keakraban antara remaja dan warga Cibubur Indah
 Sedangkan tujuan kegiatan adalah untuk:
  • Menghibur warga Cibubur Indah
  • Terjalinnya silaturahmi sesama warga, khususnya remaja


Tempat & Waktu Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal                   : Rabu-Kamis, 31 Desember 2014 – 01 Januari 2015
Waktu                           : 20.00 – 02.00 WIB
Tempat                           : Rt05/012

Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini akan diisi dengan:

  •  Hiburan musik,games dan doorprize
  • Pelepasan kembang api
  • Doa bersama penghujung tahun 2014

Rencana Anggaran Biaya
Kegiatan ini direncanakan membutuhkan biaya untuk:
1. Sewa alat musik                                                                                        = Rp. 1.800.000,-
2. Panggung                                                                                                     = Rp. 400.000,-
3. Konsumsi                                                                                                     = Rp. 800.000,-
4. Kembang Api                                                                                               = Rp. 300.000,-
Jumlah Total                                                                                                    = Rp. 3.300.00,-





PENUTUP
Demikian proposal kegiatan malam menyambut tahun baru 2015 kami sampaikan. Kami selaku pemuda/pemudi Cibubur Indah, memohon dukungan dan bantuan Bapak dan Ibu semua. Atas perhatian dan waktunya kami ucapkan terimakasih.


Hormat kami,

Ketua Pelaksana                                                          Wakil Ketua


Rini. S                                                                                    Gionino. A


Mengetahui,
RW 012 Cibubur Indah



M. Gunawan


Sumber :
- Susanto, Happy. 2010. Panduan Lengkap Menyusun Proposal. Jakarta: Visimedia.
- Susanto, Happy. 2009. Proposal Tepat Bisnis Melesat, Kiat Jitu menggolkan Proposal.Jakarta: Visimedia.
- http://arie-mche.blogspot.com/2011/04/proposal-kegiatan-menyambut-tahun-baru.html


Teori Tentang Proposal ( Ilmiah dan Semi Ilmiah )

1. Pengertian Proposal
Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja (KBBI, 2002), perencanaan secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan maupun penelitian di perpustakaan. Keterampilan menulis proposal perlu dimiliki setiap insan berpendidikan agar mereka terbiasa berpikir sistematis-logis sebagaimana di dalam langkah-langkah penulisan proposal. Proposal dapat menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut. Proposal juga rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

2. Bentuk Proposal
Proposal Rencana Kegiatan
- Usaha (Bisnis)
- Organisasi → Pengurus dan Kepanitiaan
- Proposal Penelitian → Skripsi, Tesis, Magang
- Proposal Bantuan Dana (Sponsorship)

3. Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Proposal berbentuk formal, terdiri
2. Semiformal
3. Nonformal

Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1) Bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan;
2) Isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya;
3) Bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

4. Ciri-Ciri Proposal
a. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
b. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
c. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
d. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara.
5. Langkah-langkah dalam membuat proposal
  • Nama kegiatan
  • Dasar pemikiran
  • Tujuan dan manfaat kegiatan
  • Ruang lingkup
  • Waktu dan tempat kegiatan
  • Penyelenggara atau panitia
  • Anggaran biaya
  •   Penutup


Sumber :


Teori Perbedaan Karangan

Pengertian karangan adalah hasil rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan atau buah pikirannya melalui tulisan yang dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain yang membacanya. Artinya segala ide, gagasan, pikiran yang ada pada penulis disampaikan dengan bahasa yang terpola dan teratur. Penulis harus menguasai bahasa yang digunakan untuk menulis. Misalnya, ia menulis dalam bahasa Indonesia, ia harus menguasai bahasa Indonesia dan mampu menggunakannya dengan baik dan benar. Seseorang dapat dikatakan terampil menulis, jika tujuan penulisannya sama dengan yang dipahami oleh pembaca.

Ada tiga komponen yang tergabung dalam kegiatan menulis, yaitu :
1.      Penguasaan bahasa tulis yang akan berfungsi sebagai media tulisan
2.      Penguasaan isi karangan sesuai dengan topic yang akan ditulis
3.      Penguasaan tentang jenis-jenis tulisan

Ciri-Ciri Karangan yang Baik :
Karangan memiliki ciri-ciri yang bisa mengidentifikasikan  bahwa karangan tersebut dapat dikatakan baik.
Menurut  Tarigan (1985:6) karangan yang baik adalah karangan yang mencerminkan kemampuan pengarang untuk menggunakan nada yang serasi, karangan yang mencerminkan pengarang mampu menyusun karangan secara utuh dan tidak samar-samar dan dapat meyakinkan pembaca.
Dibawah ini terdapat beberapa persamaan ciri karangan yang baik, yaitu :
a. Jelas
Kejelasan dalam suatu karangan sangat diperlukan agar karangan tersebut lebih mudah dipahami dan jelas untuk dibaca oleh pembacanya.
b. Kesatuan dan Organisasi
Kesatuan yang baik tampak pada setiap kalimat penjelas yang logis dan mendukung ide utama paragraf, sedangkan organisasi yang baik tampak dari posisi kalimat yang tepat pada tempatnya dengan kata lain kalimat tersebut tersusun secara urut dan logis.
c. Ekonomis
Ciri ekonomis berkaitan erat dengan soal koefisienan, baik waktu maupun tenaga. Kedua koefisienan itu sangat diperlukan oleh pembaca di dalam menangkap isi yang terkandung dalam sebuah karangan.
d. Pemakaian  bahasa yang dapat diterima
Pemakaian bahasa yang dapat diterima akan sangat mempengaruhi tingkat kejelasan suatu karangan. Pemakaian bahasa dalam suatu karangan harus mengikuti kaidah bahasa yang ada, baik menyangkut kaidah pembentukan kalimat (sintaksis), kaidah pembentukan kata (morfologi), kaidah ejaan yang berlaku, kaidah peristilahan maupun kaidah-kaidah lain yang relevan.

Tujuan Mengarang :
Tujuan penulisan menurut Syafie’ie (1988 : 51-52), tujuan penulisan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.      Mengubah keyakinan pembaca
2.      Menanamkan pemahaman sesuatu  terhadap pembaca
3.      Merangsang proses berpikir pembaca
4.      Menyenangkan atau menghibur pembaca
5.      Memberitahu pembaca
6.      Memotivasi pembaca

Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap (Keraf, 1994: 149). Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk karangan itu menjadi karangan yang teratur dan sistematis. Susunan-susunan tersebut dapat dikatakan sebagai kerangka karangan. Adapun langkah-langkah untuk menyusun karangan tersebut, yaitu sebagai berikut :
1. Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan dan menyangkut pada permasalahan yang diangkat. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan, dan lebih pada penjelasan awal isi karangan yang akan ditulis.
2. Mengumpulkan bahan
Sebelum menulis diperlukan bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan seperti mengumpulkan ide dan inovasi. Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai dengan tujuan penulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Setelah ada bahan maka perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
4. Membuat kerangka karangan
Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi
beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka ini merupakan catatan kecil
yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan:
a. Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

Tahapan dalam menyusun kerangka karangan:
a. Mencatat gagasan
b. Mengatur urutan gagasan
c. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
e. Mengembangkan kerangka karangan

Karangan berdasarkan penyajiannya :
1. Karangan Narasi
Menceritakan suatu peristiwa /kejadian, ada tokoh alur dan suasana. Contoh jenis karangan ini adalah biografi, kisah, roman, novel, dan cerpen.
2. Karangan argumentasi
Pendapat atau ide untuk membuktikan kebenaran, adanya kesimpulan. Contoh jenis karangan ini adalah kampanye pemilihan umum, tulisan-tulisan tentang alasan pengangkatan, pemberitahuan, dan pengangkatan seseorang.
3. Karangan eksposisi
Memaparkan atau merinci informasi data dan fakta diakhir paragraf penegasan. Contoh karangan jenis ini adalah artikel-artikel dalam surat kabar atau majalah dan tulisan-tulisan ilmiah.
4. Karangan persuasi
Mengajak dan mempengaruhi pembaca. Contoh jenis karangan ini adalah uraian tentang penawaran jenis obat, kosmetik, atau jenis produk lain.

Adapun 3 jenis karangan non ilmiah, semi ilmiah dan ilmiah ;
1. Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dan sebagai berikut.
2. Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
3. Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
• Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
• Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
• Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
• Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
• Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis tang terinci.

Sumber :
-          id.wikipedia.org/wiki/Karangan
-          http://anggerip.blogspot.com/2013/04/pengertian-karangan.html